Jumat, 21 Desember 2012

Tanpa Ayah

Diposting oleh Zulfa Al-Madina 89 di 17.59


            Its hard when you shud faces the reality that you doesnt have a father anymore. Yah, itu yang harus aku hadapi, memang berat, bukan memang lagi bahkan sangat, amat sangat berat ketika aku harus menghadapi kenyataan aku tidak mempunyai seorang Ayah lagi. Ayah sosok yang selama 13 tahun menemani dan membimbing aku harus meninggalkan aku, mama, dan kaka aku yang masih kecil dan pastinya masih amat sangat membutuhkan seorang Ayah. Dan hal yang paling sulit adalah ketika terbangun dari tidur dan menyadari tidak ada lagi suara ayah yang membangunkan, tidak ada lagi Ayah yang selalu kulihat sedang shalat tahajud di mushola dipertengahan malam. Yah, aku pasti akan rindu usapan dan candaan ayah saat membangunkanku.            Ayah adalah sosok yang paling penting dihidup aku, dia adalah kepala keluarga yang paling bertanggung jawab, dia mendidik aku dan kakaa-ku untuk hidup dalam kesederhanaan, walaupun dia bisa memberikan apa yang kami minta tapi dia tidak pernah begitu saja memberikan apa yang kami minta, dia mendidik kami agar selalu berusaha sebelum mendapatkan sesuatu. Ayah mengajarkan kami hidup berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu, dia selalu mengingatkan bahwa ada orang yang harus kita bantu diluar sana. Walau berkecukupan ayah tidak pernah memanjakan kami dengan gelimangan harta, kami hidup apa adanya, itulah ayah.            Kehilangan seorang ayah bukan hal yang gampang, untuk bangkit dari kenyataan itupun sangat susah, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan sampai sekarang, 6 tahun setelah kepergiaannya kesedihan dan kerinduan itu masih ada. Aku harus tumbuh dewasa sampai 16 tahun tanpa seorang ayah, hanya Adah mama yang membimbingku dan always besides me. Bukan hal yang gampang tumbuh tanpa Ayah, sudah pasti sejak kepergiannya hidupku totally changed, everything was changed.
            Sosok ayah begitu melekat dipikiranku, segalanya, dia seakan tahu bahwa dia akan meninggalkan kami terlebih dahulu. Ayah mempersiapkan segala untuk kami. Ayah yang pendiam, tidak pernah marah sedikitpun apalagi membentak atau main tangan. Yah hes the kindest father. Itulah sosok ayah yang akan selalu melekat dipikiranku sampai kapanpun, tak pernaha ada yang bisa menyamai dia.            6 tahun tanpa ayah, aku memang bisa menjalaninya. Yah walaupun berat, aku gak punya pilihan, aku harus menjalani semuanya, do everthings for you and moms. Aku Cuma pengen buat ayah yang jauh disana bangga sama kami, kami mungkin belum bisa give you the best but we will try.            Untuk mama, aku tau tidak mudah menjadi single parent selama ini, aku tau gimana perjuangan mama buat kami, dengan susah payah mama berusaha menggantikan posisi ayah menjadi kepala keluarga sekaligus menjadi seorang ibu bagi kami. I know that was so uneasy. You were tried with ur best to being struggle. Mama berusaha menyimpan semua kesedihan Mama, you looks so strong, im proud of being ur daughter. Dan juga Mama berusaha memenuhi amanat ayah sebelum ayah pergi.For us youll never have to replace with other man, youre the best and nothing same with you. I <3 you, Baba ;))WE LOVE YOU AND WE MISS YOU MUCH MORE……..


0 komentar:

Posting Komentar

Zulfa Al-Madina

share and find knowledge here :))
Powered By Blogger

Followers

About me

Foto Saya
Zulfa Al-Madina 89
i am Zulfa Al-Madina u can call me zulfa ..a student from software engineering,share and find knowledge here .. lets follow me :D
Lihat profil lengkapku

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Popular Posts

Popular Posts

Popular Posts

 

Zulfa Al-Madina R Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea